Padang Pariaman – Ledakan manusia tak terbendung pada 28-29 Maret 2036. Dalam dua hari tersebut, Arena Pacu Kudo Duku Banyak di Balah Aia, VII Koto, Padang Pariaman, Sumatera Barat berubah menjadi pusat energi raksasa.
Agaknya puluhan ribu orang tumpah ruah, memadati setiap berbagai sudut lintasan. Namun di balik gegap gempita itu. Tersimpan fakta yang lebih mencengangkan. Perputaran uang rakyat tembus hingga Rp6 miliar.
Bukan sekadar tontonan, Pacu Kudo 2026 di Padang Pariaman tersebut menjelma menjadi denyut ekonomi yang nyata. UMKM hidup, dagangan laris, transaksi tak berhenti.
Dari makanan kuliner kaki lima hingga produk kreatif. Semua bergerak cepat, seolah dua hari itu cukup untuk menghidupkan kembali harapan banyak orang.
Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah itu, bukan hanya seremoni biasa. Di hadapan ribuan pasang mata, ia berdiri bersama John Kenedy Azis dan Rahmat Hidayat. Sebagai pertanda resmi perhelatan budaya yang kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Di tengah riuh penonton, John Kenedy Azis menegaskan bahwa Pacu Kudo lebih dari sekadar balapan kuda. Ia adalah identitas, ruang silaturahmi, sekaligus panggung lahirnya atlet dan joki berprestasi.
Namun kali ini, dimensi ekonominya terasa jauh lebih dominan. Menjadikannya sebagai kekuatan baru yang tak terpisahkan dari tradisi.
Pada hari kedua menjadi puncak ledakan. Sekitar hampir 35 ribu orang memadati arena dalam satu hari saja.
Angka yang tak hanya mencerminkan antusiasme, tetapi juga mengirim sinyal kuat. Pacu Kudo telah naik kelas, dari sekadar event lokal menjadi magnet regional.
Sorotan publik semakin tajam saat panggung hiburan menghadirkan nama besar seperti Artis papan atas Nasional, Jefri Nichol dan Fauzana.
Kehadiran mereka menyulut histeria, menambah lapisan euforia yang membuat acara ini terasa seperti festival raksasa. Bukan lagi sekadar tradisi tahunan.
Di lintasan, adrenalin tak kalah tinggi. Setidaknya sebanyak 80 ekor kuda bertarung dalam 28 kelas perlombaan, dan ditambah dua kelas ekshibisi. Arena Duku Banyak, Balah Aia, VII Koto pun kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu lintasan terbaik berstandar nasional di Sumatera Barat.
Tak hanya itu, 150 stand pameran ikut meramaikan suasana. Keterlibatan berbagai instansi, termasuk kementerian, mempertegas bahwa Pacu Kudo Padang Pariaman kini telah menjadi panggung kolaborasi besar. Antara budaya, ekonomi, dan promosi daerah dalam satu tarikan napas.
Di akhir euforia, Bupati John Kenedy Azis melontarkan tantangan baru. Ia menyebut Pacu Kudo 2026 jauh melampaui tahun sebelumnya. Lebih ramai, lebih hidup, lebih berdampak.
Harapannya jelas. Pada ahun 2027 harus lebih besar lagi. Sebab, kini Pacu Kudo bukan hanya warisan budaya. Ia telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang tak bisa diabaikan.(ssc).













