Jakarta – Tak ada waktu terbuang di ibu kota. Usai menuntaskan agenda di kementerian sebelumnya, Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis langsung mengalihkan fokus pada sektor yang diyakini bisa menjadi “urat nadi” ekonomi baru daerah. Ekonomi kreatif harus bergerak.
Di tengah ketatnya persaingan antar daerah memperebutkan perhatian pusat, ia memilih menjemput bola. Bukan menunggu.
Ia didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Anton Wira Tanjung, pada Kamis 26 Februari 2026 melangkah ke kantor Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Jakarta.
Di hadapan Direktur Sarana dan Prasarana Fahmi Diansyah dan jajaran fungsional, ia tak datang membawa proposal tipis tanpa arah. Yang dibawa adalah peta potensi dan tuntutan intervensi nyata bagi 17 subsektor ekonomi kreatif di Padang Pariaman.
Bukan basa-basi. Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar tren, melainkan peluang riil menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kuliner tradisional, kriya berbasis kearifan lokal, seni pertunjukan, hingga produk budaya. Semuanya disebut sebagai “harta terpendam” yang selama ini belum disentuh secara maksimal oleh dukungan program terstruktur.
“Potensi ini tidak akan tumbuh hanya dengan semangat. Perlu intervensi yang tepat, sarana yang memadai, SDM yang ditingkatkan kapasitasnya, serta akses pasar yang jelas,” tegas mantan anggota DPR RI dua periode itu.
Pernyataan itu menjadi penekanan bahwa daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa keberpihakan kebijakan pusat.
Ia mengingatkan, ekonomi kreatif bukan sekadar soal kemasan produk dan festival seremonial. Ini tentang harga diri daerah, tentang anak muda yang ingin berkarya tanpa harus merantau karena sempitnya peluang di kampung sendiri.
“Jika dikelola serius, 17 subsektor itu bisa menjadi lokomotif pertumbuhan baru yang lebih inklusif,” ucap John Kenedy Azis.
Harapan yang dibawa dari Jakarta bukanlah janji kosong. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menginginkan kolaborasi konkret.
Menurut dia, penguatan infrastruktur kreatif, pelatihan berkelanjutan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi promosi agar produk lokal mampu bersaing di tingkat regional dan nasional.
“Tanpa itu, potensi hanya akan menjadi cerita berulang tanpa perubahan berarti,” tutur John Kenedy Azis.
Langkah ini menjadi pesan tegas bahwa Padang Pariaman tidak ingin tertinggal dalam arus ekonomi kreatif nasional.
Dari ruang-ruang rapat kementerian di Jakarta, suara daerah digaungkan. Beri ruang, beri dukungan, dan lihat bagaimana kreativitas masyarakat menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang mengangkat kesejahteraan secara nyata.(ssc).













