BMKG Catat Gempa M5,0 di Tual, Belum Ada Gempa Susulan

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Tual, Maluku, pada Jumat (30/10/2026) dini hari sekitar pukul 03.32 WIB. Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan kekuatan gempa tersebut tetap pada magnitudo 5,0.

BMKG melaporkan pusat gempa berada pada koordinat 4,42 derajat Lintang Selatan (LS) dan 132,56 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi episenter berada di laut, sekitar 135 kilometer barat laut Tual, dengan kedalaman mencapai 40 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa gempa tersebut tidak memiliki potensi menimbulkan tsunami. Kepastian itu diperoleh berdasarkan hasil pemodelan yang telah dilakukan BMKG.

Ia menjelaskan, jika dilihat dari posisi pusat gempa dan kedalaman sumbernya, peristiwa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut. Sementara itu, analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan geser atau strike-slip.

Baca Juga:  Abraham Accord Trump, Diplomasi Perdamaian atau Strategi Hegemoni?

Berdasarkan peta estimasi tingkat guncangan (shakemap) serta laporan yang diterima BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan secara jelas di dalam rumah dan digambarkan seperti sensasi ketika sebuah truk melintas.

Sejumlah wilayah yang merasakan getaran antara lain Buruway dan Karas di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, serta Wakate di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.

Hingga pukul 03.45 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan setelah kejadian utama.

Menyikapi peristiwa tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi dari sumber resmi. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

Baca Juga:  Gempa 5,2 Barat Laut Tahuna, Belum Ada Laporan Kerusakan

Selain itu, masyarakat diimbau menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.(Rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *