Elite Daerah Open House Idul Fitri di Istana Gubernur Sumbar Pertanda Kekompakan

Padang – Di tengah hangatnya suasana yang seolah penuh keakraban, terselip pesan kuat tentang bagaimana kekuasaan dirawat. Bukan sekadar lewat rapat formal, tetapi melalui momen santai yang sarat makna politik.

Open house di Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, pada Minggu (22/3/2026), menjadi panggung tak tertulis bagi para elite daerah untuk menunjukkan soliditas mereka di hadapan publik.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, hadir bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, membawa rombongan besar yang mencerminkan kekuatan birokrasi.

Dari unsur Forkopimda hingga jajaran OPD, semua tampak kompak, seakan ingin menegaskan bahwa barisan pemerintahan daerah berdiri dalam satu irama yang sama.

Namun, lebih dari sekadar silaturahmi Lebaran, pertemuan ini menyiratkan kepentingan yang lebih dalam.

Di balik jabat tangan dan senyum hangat, ada harapan besar terhadap sinkronisasi kebijakan dan percepatan pembangunan yang kerap tersendat oleh ego sektoral.

Baca Juga:  Pemangku Adat, Tinggi Gelar Tinggi Pula Tanggung Jawab Moral

Disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama sejumlah tokoh penting lainnya, suasana terasa cair namun tetap sarat simbol.

Kehadiran Kapolda, Sekda Provinsi, hingga Direktur Utama Bank Nagari mempertegas bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni biasa.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci,” tegas John Kenedy Azis dalam pernyataannya, menyoroti pentingnya kekompakan untuk mendorong pembangunan yang lebih cepat dan pelayanan publik yang lebih baik.

Pernyataan itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan tantangan besar dalam realisasinya.

Ironisnya, jargon sinergi kerap digaungkan, namun implementasinya tak selalu berjalan mulus di lapangan.

Oleh karena itu, momen seperti ini menjadi penting. Bukan hanya untuk mempererat hubungan personal, tetapi juga menguji keseriusan para pemangku kepentingan dalam bekerja bersama.

Baca Juga:  Anak Desa Sungai Pasak ke Panggung Akademik Tertinggi, Asril Menembus Batas Seni dan Zaman

Pada akhirnya, open house ini bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi cermin bagaimana kekuasaan dirajut, bagaimana kepentingan disatukan. Dan, bagaimana masa depan pembangunan Sumatera Barat dipertaruhkan di balik suasana penuh kehangatan yang tampak sederhana.(ssc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *