Tanjung Raya — TP-PKK Kabupaten Agam bersama Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Maninjau serta Pemerintah Nagari Koto Malintang menggelar rapat persiapan penetapan lokasi kolaborasi Program Ketahanan Pangan.
Program ini juga mencakup optimalisasi lahan tidur serta pembinaan sosial ekonomi bagi warga binaan di Nagari Koto Malintang, pada Senin (11/5/2026).
Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi dan memetakan lahan tidak produktif yang rencananya akan dimanfaatkan sebagai area pengembangan program.
Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua TP-PKK Agam, Ny. Merry Benni Warlis, bersama Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno, SH, Camat Tanjung Raya Al Hafidh, Ketua TP-PKK Kecamatan Tanjung Raya, serta Wali Nagari Koto Malintang. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Agam, yakni Kepala Bidang Hortikultura Tika beserta jajaran terkait.
Dalam peninjauan tersebut, selain membahas desain pengembangan kawasan, para pihak juga mulai merancang jenis tanaman yang akan dibudidayakan di lahan tersebut ke depan.
Ketua TP-PKK Agam, Ny. Merry Benni Warlis, menyampaikan bahwa program kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus sarana pembinaan sosial ekonomi bagi warga binaan. Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur secara maksimal dapat menjadi bentuk pemberdayaan yang produktif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa hasil dari pengelolaan lahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga binaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup warga binaan serta masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerja sama dan memberikan dukungan penuh agar program ini berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang positif bagi warga binaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memberikan keterampilan baru sekaligus pengalaman yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Di akhir kegiatan, seluruh pihak sepakat pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan kawasan percontohan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat dan warga binaan di Kecamatan Tanjung Raya. (des*)
