Padang  

Skrining TBC Diperluas, Padang Siapkan 242 Titik Tracing

PDPI menggelar kegiatan pengabdian masyarakat.
PDPI menggelar kegiatan pengabdian masyarakat.

PadangPerhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk Untuk Indonesia Sehat. Agenda tersebut difokuskan pada pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta skrining tuberkulosis (TBC) bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026), dan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, hadir meninjau pelaksanaan pemeriksaan sekaligus berdialog dengan warga dan tenaga kesehatan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemko Padang Feri Mulyani Hami, Ketua PDPI Sumbar Masrul Basyar, serta Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa.

Dalam kesempatan itu, Benjamin menyoroti tingginya angka kasus TBC di Indonesia. Menurutnya, penanganan TBC membutuhkan perubahan pendekatan, tidak hanya dengan mengobati pasien yang telah terdiagnosis, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki posisi sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia, namun masih menghadapi persoalan serius terkait TBC.

“Selama ini kita sibuk dan fokus pada orang sakit, sementara kontak di rumah tidak diperiksa sehingga menjadi potensi peningkatan TBC. Kita mengumpulkan semua di sini agar bisa mencegah TBC melalui sosialisasi program dan CKG ini dari usulan Pak Prabowo, agar umur masyarakat Indonesia panjang dan sehat,” ujar Benjamin.

Ketua PDPI Cabang Sumbar, Masrul Basyar, menyampaikan apresiasi terhadap terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa para dokter spesialis paru siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya menekan penyebaran TBC.

Pelaksanaan skrining juga didukung perangkat rontgen portabel sehingga pemeriksaan kondisi paru dapat dilakukan lebih mudah dan cepat di lokasi kegiatan.

Baca Juga:  Semen Padang FC Gerak Cepat: Mofu, Vizcarra, dan Andre Resmi Bergabung

“Terima kasih kepada panitia dan vendor atas tersedianya rontgen portabel gratis hingga terlaksananya acara ini. PDPI Sumbar berkomitmen bersama Dinas Kesehatan untuk bersama-sama menurunkan dan mencapai eliminasi TBC menjelang tahun 2030,” kata Masrul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati menjelaskan bahwa upaya penemuan kasus TBC telah dilakukan secara aktif di seluruh kecamatan. Sebanyak 11 kecamatan disebut telah berkomitmen menjalankan pelacakan atau tracing terhadap kasus TBC.

Menurutnya, sebanyak 104 kelurahan siaga TBC juga telah dibentuk. Dari target penemuan 4.800 kasus yang ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk Kota Padang pada 2026, hingga kini sekitar 2.700 kasus telah ditemukan.

“Target kita menemukan kasus sebanyak-banyaknya agar bisa segera mendapatkan pengobatan dan tidak menjadi sumber penularan,” jelas Srikurnia.

Ia menyebutkan, Dinas Kesehatan Kota Padang merencanakan kegiatan tracing di 242 titik mulai pertengahan September hingga November 2026. Hingga saat ini, pelacakan telah dilakukan di 105 titik dan berhasil menemukan 77 pasien positif TBC yang berasal dari kontak erat maupun kelompok masyarakat berisiko.

Para pasien tersebut selanjutnya akan mendapatkan pemantauan selama menjalani pengobatan.

“Harapan kita, kasus yang ditemukan ini diobati hingga 100 persen sembuh, sehingga tahun depan tidak ada lagi penularan TBC di Kota Padang,” katanya.

Untuk memperkuat proses diagnosis, pemerintah juga menyiapkan tiga unit alat rontgen paru yang ditempatkan di rumah sakit, termasuk RSUD dan RS Universitas Andalas.

Selain TBC, Dinas Kesehatan Kota Padang turut mencermati peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berkaitan dengan memburuknya kualitas udara dalam beberapa waktu terakhir.

Srikurnia mengatakan, sekitar 1.300 kasus ISPA tercatat setiap hari dari total sekitar 2.400 kunjungan masyarakat ke puskesmas.

Baca Juga:  Kecelakaan di Jalan Solok–Padang, Pengemudi dan Penumpang Pikap Dilarikan ke RSUD Arosuka

Menyikapi kondisi tersebut, Pemko Padang telah menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi waktu istirahat, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk.

Di sisi lain, pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di Kota Padang terus diperluas. Saat ini, cakupannya telah berada pada kisaran 40 hingga 45 persen dari sasaran yang ditetapkan dan terintegrasi dengan aplikasi Satu Sehat.

Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa mengatakan, dukungan lintas sektor menjadi bagian penting dalam menyukseskan program skrining kesehatan tersebut. Kolaborasi melibatkan Dinas Kesehatan, PDPI, puskesmas, serta kader siaga TBC di tingkat masyarakat.

Menurut Ikrar, pemeriksaan terutama menyasar warga yang memiliki kontak erat dengan pasien atau mengalami gejala TBC, namun layanan tetap dapat diikuti masyarakat umum.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi dihadiri langsung oleh Bapak Wamenkes. Harapannya kegiatan ini bisa berkelanjutan sehingga masyarakat di Lubuk Begalung tidak ada yang sakit lagi, terutama TBC,” tuturnya.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparatur kewilayahan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penemuan serta pengobatan kasus TBC. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung target eliminasi TBC di Kota Padang sebelum 2030 dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.(des*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *