Padang  

Sekda Sumbar Tekankan Kinerja Pejabat Baru

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi melantik empat pejabat
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi melantik empat pejabat

Padang — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan penyegaran jabatan administrator dengan melantik empat pejabat eselon III, Selasa (1/9/2026). Pelantikan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi, di Ruang Pola Lantai III Kantor Gubernur Sumbar.

Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi. Dalam prosesnya, pemerintah mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari capaian kinerja, kompetensi, hingga sikap dan perilaku aparatur.

Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan itu mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 821/4178/BKD-2026 mengenai pengangkatan PNS dalam jabatan administrator eselon III di lingkungan Pemprov Sumbar.

Empat pejabat yang mendapat amanah baru tersebut adalah Ade Pratama yang dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar. Sebelumnya, Ade menjabat Kepala Bagian Protokol pada Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar.

Selanjutnya, Ichsan Khalis dilantik sebagai Kepala Bagian Protokol pada Biro Administrasi Pimpinan Setda Sumbar. Jabatan sebelumnya yang diemban Ichsan adalah Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar.

Kemudian, Syukri Piter Nugraha ditunjuk menjadi Kepala Bagian Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah pada Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumbar. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda di Biro Administrasi Pembangunan.

Sementara itu, Herry Maizani dipercaya menduduki posisi Kepala Bidang Perkebunan Tanaman Tahunan dan Penyegar pada Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar. Sebelum dilantik, Herry merupakan Peneliti Ahli Muda pada Badan Penelitian dan Pengembangan Sumbar.

Dalam arahannya, Sekda Arry Yuswandi mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar memandang jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh.

Baca Juga:  Polda Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi, Dua Lokasi Penyelewengan Berhasil Diungkap

Menurut Arry, rotasi, promosi, maupun mutasi merupakan hal yang biasa terjadi dalam birokrasi. Perubahan posisi tersebut menjadi bagian dari dinamika pemerintahan sekaligus proses evaluasi terhadap kinerja aparatur.

Ia menekankan bahwa kinerja menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menentukan promosi, mutasi maupun demosi. Penilaian tidak semata-mata didasarkan pada jumlah pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga melihat kualitas hasil kerja.

“Promosi, mutasi, demosi ukurannya adalah kinerja. Kinerja itu tidak hanya yang dihitung secara jumlah intensitas pekerjaan atau kuantitatif, tapi juga dari kualitas hasil dari pekerjaan yang dilaksanakan,” ujar Arry.

Ia juga menjelaskan bahwa evaluasi melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) mencakup dua komponen penting, yakni kinerja dan perilaku. Dari penilaian tersebut dapat diketahui apakah seorang ASN bekerja di bawah, sesuai, atau melampaui ekspektasi.

Arry meminta setiap ASN menjadikan hasil evaluasi pimpinan sebagai bahan introspeksi dan dorongan untuk meningkatkan kualitas kerja.

“Dalam hasil penilaian SKP, orang yang dinilai harusnya bisa memahami bahwa penilaian yang diberikan oleh atasannya itu sebenarnya mengandung harapan. Tidak hanya menilai sesuai kenyataan, tapi ada harapan di dalamnya,” katanya.

Lebih jauh, Arry menegaskan bahwa penempatan pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar tidak didasarkan pada permintaan pribadi aparatur ataupun rekomendasi dari pihak di luar pemerintahan. Menurutnya, pertimbangan utama tetap mengacu pada kapasitas dan kinerja masing-masing ASN.

Ia juga memastikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah tidak memberikan persetujuan terhadap pengisian jabatan yang didasarkan pada permintaan pribadi.

“Kalau ada yang mengatakan, ‘Pak, saya ingin ditempatkan di situ,’ Pak Gubernur sampai hari ini tidak pernah memperkenankan atau menyetujui permintaan tersebut. Saya pastikan itu,” tegas Arry.

Baca Juga:  Kecelakaan Minibus PO Kawan Terguling di Koto Tangah, Tiga Orang Dirawat

Kepada empat pejabat yang baru dilantik, Arry berpesan agar tidak merasa paling penting atau paling mampu dalam menjalankan tugas. Ia menilai keberhasilan seorang pejabat sangat bergantung pada kerja sama seluruh unsur dalam organisasi.

Menurutnya, dukungan pimpinan, bawahan, dan sesama rekan kerja menjadi bagian penting untuk memastikan tugas yang diemban dapat berjalan dengan baik.

“Amanah ini tidak akan pernah sukses jika hanya dikerjakan oleh si pemegang amanah itu sendiri tanpa dukungan rekan kerja, atasan serta bawahan. Oleh karena itu, menjaga soliditas internal itu penting,” tuturnya.

Arry juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemprov Sumbar menciptakan suasana kerja yang kondusif, nyaman, kompak, serta mengedepankan semangat saling membantu. Ia mengingatkan bahwa berbagai tugas pemerintahan tidak dapat diselesaikan secara individual tanpa kolaborasi antarpegawai.

Acara tersebut turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri, Kepala BKD Sumbar Fitriati, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Sumbar Nolly Eka Mardianto, Kepala Kesbangpol Sumbar Febrina Tri Susila Putri, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar.(des*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *