PADANG, Kiprah Oline – Di tengah riuhnya persaingan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026, sebuah kabar membanggakan datang dari Kota Pariaman.
Naifa Attila Fadwa berhasil meraih Juara III Kategori Lagu Salawat, setelah mengikuti ajang yang resmi digelar di Kota Padang, 4–6 September 2026.
Prestasi itu bukan sekadar angka di atas papan peringkat. Di balik lantunan salawat yang dibawakan Naifa, tersimpan kerja keras, doa, latihan dan keberanian seorang anak untuk tampil membawa nama daerah di panggung tingkat provinsi.
Medali juara menjadi bukti bahwa talenta anak-anak daerah mampu bersuara dan bersaing ketika diberi ruang untuk berkembang.
Zulfadli, orang tua Naifa Attila Fadwa, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih putrinya.
Ia menyebut prestasi tersebut sebagai kebahagiaan sekaligus motivasi agar Naifa tidak cepat berpuas diri dan terus memperbaiki kemampuan pada kesempatan berikutnya.
Di balik keberhasilan itu, ada dukungan banyak pihak yang ikut menguatkan langkah Naifa.
Zulfadli menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Mulyadi, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktafiandi beserta jajaran, FKDT Kota Pariaman, serta jajaran SDIT Mutiara Pariaman.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada keluarga besar dan seluruh karib kerabat yang selama ini memberikan doa serta dukungan.
Bagi keluarga Naifa, kemenangan itu tidak lahir dari perjuangan seorang diri, melainkan dari tangan-tangan yang terus menyemangati ketika proses menuju panggung kompetisi terasa tidak mudah.
Porsadin VII Sumatera Barat pun menjadi panggung penting bagi generasi diniyah untuk menunjukkan bahwa seni dan pendidikan keagamaan bukan sekadar pelengkap.
Dari suara anak-anak yang melantunkan salawat, tumbuh keberanian, disiplin, kecintaan terhadap agama dan kebanggaan membawa nama daerah.
“Alhamdulillah,” menjadi ungkapan sederhana yang mewakili rasa syukur keluarga atas pencapaian tersebut.
Namun, Juara III bukan garis akhir. Justru dari podium itu, tantangan berikutnya dimulai agar Naifa terus belajar, berlatih dan suatu hari mampu membawa pulang prestasi yang lebih tinggi untuk keluarga, sekolah, dan Kota Pariaman.(899).
