Berita  

RSUD Tipe D Segera Dibangun di Wilayah Utara Padang Pariaman Harapan Lama Terwujud

Padang Pariaman – Ada yang lebih menegangkan dari sirene ambulans di malam hari. Terkait jarak. Bagi warga Sungai Limau, terkhusus wilayah Utara Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, bahwa warga terkendala jarak kerap menjadi penentu antara cepat tertangani atau terlambat diselamatkan nyawa si sakit.

Kini, secercah harapan tersebut mulai menemukan titik terang akan hadir di bangun Rumah Sakit Daerah (RSUD) Tipe D di Korong Sungai Sirah Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau.

Kenapa demikian, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat telah memastikan pembangunan RSUD Tipe D segera dimulai. Sebuah langkah yang ditunggu dengan campuran harap dan trauma masa lalu.

Bupati John Kenedy Azis menyatakan peletakan batu pertama direncanakan usai Idulfitri, paling lambat April. Janji itu terdengar tegas, nyaris seperti sumpah politik yang tak boleh dikhianati.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat,” katanya saat meninjau lapangan, Jum’at (27/2/2026). Namun di lapangan, warga tak hanya berdoa. Mereka menagih bukti.

Selama ini, jika kondisi gawat darurat datang tiba-tiba, pilihan warga Sungai Limau, Sungai Garinggiang, Batang Gasan hingga IV Koto Aua Malintang hanya dua. Bertahan atau berpacu ke RSUD di Parik Malintang begitu jauh memakan waktu, atau ke Kota Pariaman dengan waktu yang tak selalu berpihak.

Biaya membengkak, tenaga terkuras, dan keluarga ikut terombang-ambing dalam kecemasan panjang. Rumah sakit di wilayah sendiri bukan lagi soal fasilitas. Ini soal martabat dan kesempatan hidup.

Menurut dia, RSUD Tipe D ini dirancang berkapasitas minimal 50 tempat tidur. Ia akan menjadi pusat rujukan bagi puskesmas Batu Basa, Sungai Garinggiang, Batan Gasan, Sungai Limau, Kampuang Dalam, dan sekitarnya.

Artinya, denyut pelayanan strategis bidang kesehatan tak lagi tersentral di kota. Tetapi mulai merambat ke wilayah utara Padang Pariaman yang selama ini merasa agak dianaktirikan.

Di atas lahan sekitar 1,8 hektare, pembangunan tahap awal akan berdiri di area 4.000 meter persegi untuk gedung utama. Sisanya disiapkan bagi fasilitas penunjang. Parkir, sarana pendukung lainnya, dan pengembangan lanjutan kedepannya nanti.

“Targetnya delapan bulan pengerjaan, rampung 2026. Diusahakan beroperasi awal 2027,” tutur Bupati John Kenedy Azis. Ini sebuah tenggat yang terdengar optimistis. Bahkan berani.

Namun sejarah mengajarkan, rakyat sudah terlalu sering mendengar rencana tanpa realisasi. Kini, aksi nyata akan terwujud.

Proyek pembangunan rumah sakit ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ia adalah ujian kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah daerah. Jika gagal, luka kekecewaan akan lebih dalam dari sebelumnya.

Bila berhasil, RSUD Sungai Limau akan menjadi saksi bahwa negara benar-benar hadir hingga ke tepian. Bahwa nyawa warga di wilayah Utara Padang Pariaman tak lagi ditentukan oleh jauhnya perjalanan.

Dan bahwa pelayanan kesehatan yang cepat Mudah dijangkau dan berkualitas. Bukan lagi janji ketika kampanye. Melainkan hak yang ditegakkan dengan keberanian dengan kerja nyata untuk warga.(ssc).

Exit mobile version