Rp5,24 Miliar Digelontorkan, Jalan Padang Pariaman Diuji

PADANG PARIAMAN, Kiprah Online – Rp5,24 miliar bukan angka kecil. Di balik nilai itu ada uang rakyat yang kini dipertaruhkan untuk mengubah jalan-jalan strategis di Padang Pariaman menjadi akses yang lebih layak.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat memastikan tujuh titik jalan segera disentuh proyek hotmix mulai pekan ini.

Pertanyaannya kini sederhana, tetapi menggigit. Apakah miliaran rupiah tersebut benar-benar akan menjelma menjadi jalan berkualitas yang dirasakan rakyat?

Proyek melalui Paket I Peningkatan Jalan Hotmix yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) itu memiliki masa pelaksanaan 150 hari kalender.

Pemerintah daerah menyatakan pekerjaan harus memenuhi spesifikasi teknis, tepat waktu, dan mengutamakan kualitas. Sebab, setiap rupiah yang dikucurkan bukan sekadar angka dalam kontrak, melainkan anggaran publik yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Tujuh ruas menjadi sasaran. Mulai dari Jalan Ujung Tanah–Sungai Geringging, Sigata–Aur Malintang, Kamumuan–Sungai Geringging, hingga pengamanan badan Jalan Sungai Sariak–Malai.

Selain itu, ada pengaspalan Jalan Simpang IV Kampung Malagam–Paingan, Jalan Kampung Lereng–Pasar Basung, serta Jalan Padang Kajai–Hulu Banda Korong Patamuan.

Ruas-ruas tersebut menjadi bagian dari harapan warga agar mobilitas yang selama ini tersendat bisa kembali lancar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, menyebut pembangunan infrastruktur jalan memiliki efek berantai terhadap kehidupan masyarakat.

Menurut dia, bahwa jalan yang baik akan mempermudah akses menuju sentra pertanian, perkebunan, perikanan, pasar, sekolah hingga fasilitas kesehatan.

“Ketika akses jalan semakin baik, mobilitas masyarakat semakin mudah. Distribusi hasil produksi juga semakin lancar. Pada akhirnya, ini akan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Tetapi proyek miliaran rupiah tidak boleh hanya selesai di atas kertas. Aspal yang baru digelar harus mampu bertahan menghadapi waktu dan beban kendaraan.

Pengawasan menjadi pertaruhan penting. Paket tersebut dikerjakan PT Pandora Energi Persada sebagai penyedia jasa dan diawasi PT Ersa Satria Konsultan.

Pemerintah daerah menegaskan pengawasan lapangan diperlukan agar anggaran yang dikucurkan menghasilkan infrastruktur yang benar-benar berkualitas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman, El Abdel Marsyam memastikan pekerjaan fisik segera dimulai. Seluruh persiapan disebut telah berjalan sesuai tahapan dan jadwal.

“Kegiatan pengerjaan fisik akan segera kita laksanakan ini. Seluruh proses persiapan telah berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” ungkapnya.

Kini, sorotan publik pun bergeser dari janji pembangunan menuju hasil yang akan terlihat di lapangan.

Sebab pada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan seremoni panjang. Mereka membutuhkan jalan yang benar-benar mulus, aman dan tahan lama.

Rp5,24 miliar harus kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata. Hasil tani lebih mudah dibawa ke pasar, kendaraan lebih lancar bergerak, akses pendidikan dan kesehatan semakin terbuka, serta aktivitas ekonomi tidak lagi terhambat kondisi jalan.

Proyek ini bukan hanya soal mengaspal jalan. Ini adalah ujian terhadap seberapa serius uang rakyat dikonversi menjadi manfaat untuk rakyat.(909).

Exit mobile version