Redakan Nyeri Menstruasi Secara Alami, Ini Manfaat Warming Tea Blend

Warming tea blend adalah racikan teh dari bahan alami untuk membantu meredakan gejala menstruasi, seperti kram perut sampai gangguan mood.
Warming tea blend adalah racikan teh dari bahan alami untuk membantu meredakan gejala menstruasi, seperti kram perut sampai gangguan mood.

JakartaNyeri saat menstruasi adalah kondisi yang umum dialami banyak perempuan. Tingkatnya berbeda-beda, mulai dari rasa tidak nyaman ringan hingga kram perut yang cukup kuat dan bisa mengganggu aktivitas harian.

Untuk mengurangi keluhan tersebut, berbagai metode biasanya digunakan, seperti konsumsi obat pereda nyeri, penggunaan kompres hangat, hingga minuman berbahan herbal. Salah satu pendekatan yang kini mulai dikenal adalah penggunaan tea blend, yaitu campuran teh dengan bahan tertentu yang dipercaya dapat membantu tubuh lebih rileks saat menstruasi.

Konsep ini dibahas dalam acara Press Conference Comfort Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation with Laurier bersama Luna dari House of Tea di Jakarta, Selasa (21/4).

Menurut Luna, setiap perempuan memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda, baik dari segi siklus, tingkat nyeri, maupun kondisi emosional. Karena itu, cara untuk mengatasinya pun tidak bisa disamakan.

Ia menjelaskan bahwa minum teh bisa dijadikan lebih dari sekadar rutinitas, tetapi juga sebagai momen menenangkan diri.

“Setiap jenis teh dan bahan campurannya punya manfaat masing-masing. Proses menyiapkan dan menikmati tea blend bisa menjadi ritual untuk membuat tubuh lebih tenang dan nyaman,” ujar Luna.

Mulai dari proses menyeduh, menghirup aroma, hingga menikmati minuman hangatnya, semua tahap tersebut dapat membantu menciptakan rasa rileks saat tubuh sedang tidak nyaman akibat menstruasi.

Salah satu racikan yang diperkenalkan adalah warming tea blend, yang diformulasikan untuk membantu meredakan kram perut.

Adapun bahan yang digunakan antara lain:

oolong tea
jahe
chamomile
serai
kayu manis

Setiap bahan memiliki peran tersendiri. Jahe memberikan sensasi hangat yang dapat membantu mengurangi kram, chamomile dikenal menenangkan, sementara serai dan kayu manis menambah aroma serta efek relaksasi.

“Tujuannya agar saat menstruasi, rasa kram bisa sedikit berkurang karena efek hangat dari bahan-bahan tersebut,” jelasnya.

Racikan ini juga cukup mudah dibuat di rumah. Oolong tea dijadikan dasar, lalu bahan lain ditambahkan sesuai kebutuhan dan selera. Setelah diseduh dengan air panas, teh dapat didiamkan sebentar sebelum diminum dan bahkan bisa diseduh ulang beberapa kali.

Namun, Luna mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan bahan. Tidak semua kombinasi cocok untuk dicampur begitu saja.

“Kalau bahan yang sifatnya bertolak belakang dicampur, hasilnya bisa kurang seimbang,” katanya.

Selain membantu meredakan keluhan fisik, tea blend juga disebut dapat memengaruhi kondisi emosional. Saat menstruasi, perubahan hormon sering membuat suasana hati menjadi lebih sensitif, mudah lelah, atau cepat tersinggung.

Dalam kondisi tersebut, minuman hangat dengan komposisi tertentu dapat membantu tubuh lebih tenang. Chamomile, misalnya, dikenal memiliki efek relaksasi yang dapat membantu menstabilkan emosi.

“Ini bisa membantu membuat kita lebih tenang,” ujar Luna.

Racikan juga bisa disesuaikan jika ada bahan yang kurang disukai. Jahe dapat ditambahkan untuk rasa lebih hangat, atau chamomile dikurangi sesuai preferensi.

Meski dapat menjadi alternatif alami untuk membantu kenyamanan saat menstruasi, metode ini tetap bukan pengganti pengobatan medis, terutama jika nyeri yang dialami tergolong berat atau tidak normal.(BY)

Exit mobile version