Piala Dunia 2030 Berubah Format, Ini Dampaknya untuk Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpotensi lolos Piala Dunia 2030.
Timnas Indonesia berpotensi lolos Piala Dunia 2030.

Jakarta – Kabar mengenai rencana perluasan jumlah peserta Piala Dunia 2030 kembali mencuat setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, disebut-sebut menyetujui wacana penambahan hingga 64 tim. Informasi yang dilaporkan sejumlah media seperti ESPN dan The Thao 247 itu dinilai bisa membuka peluang lebih besar bagi negara-negara, termasuk Timnas Indonesia, untuk tampil di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Gagasan ini pertama kali datang dari Presiden Federasi Sepak Bola Uruguay (UFA), Ignacio Alonso, yang mengusulkan format 64 tim pada Maret 2025. Usulan tersebut muncul sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Piala Dunia, yang pertama kali digelar pada 1930.

Piala Dunia 2030 sendiri sudah diputuskan akan digelar di enam negara, yakni Maroko, Portugal, Spanyol, Argentina, Uruguay, dan Paraguay. Untuk fase awal, Argentina, Uruguay, dan Paraguay akan menjadi tuan rumah laga pembuka grup, sementara Maroko, Portugal, dan Spanyol menjadi penyelenggara utama turnamen.

Meski demikian, beberapa bulan setelahnya muncul laporan bahwa FIFA belum memberikan persetujuan resmi terhadap wacana penambahan jumlah peserta tersebut.

Jika benar jumlah peserta bertambah menjadi 64 tim, maka akan ada tambahan 16 negara dibandingkan format Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim. Sebelumnya, turnamen ini diikuti 32 negara sejak 1998 hingga 2022, sementara pada periode 1982–1994 jumlah pesertanya hanya 24 tim.

Perubahan format ini juga diperkirakan akan berdampak pada jatah tiket tiap konfederasi. Asia (AFC) yang saat ini memiliki sembilan slot pada Piala Dunia 2026 berpotensi mendapatkan tambahan hingga 10–12 slot jika ekspansi benar-benar terjadi. Kondisi ini tentu dapat meningkatkan peluang Indonesia untuk mencatat sejarah tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Namun demikian, terlepas dari adanya wacana penambahan peserta, Timnas Indonesia tetap dituntut melakukan pembenahan serius. Pelatih John Herdman disebut menekankan pentingnya peningkatan kualitas skuad agar mampu bersaing di level internasional.

Dalam ajang FIFA Series 2026, performa Indonesia menunjukkan perkembangan positif dengan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis serta kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria. Hasil tersebut menjadi modal evaluasi menuju kompetisi berikutnya di bawah arahan Herdman.(BY)

Exit mobile version