Padang Pariaman — Pencarian terhadap korban terakhir dalam insiden anak hanyut di Sungai Batang Nareh, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan Zahra (10) dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026) siang.
Zahra ditemukan sekitar pukul 11.48 WIB. Jasad korban berada kurang lebih 400 meter dari lokasi awal ia bersama rekannya dilaporkan hanyut.
Setelah ditemukan, petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, PMI, serta masyarakat langsung melakukan proses evakuasi. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, EMRI Nurman, membenarkan bahwa korban terakhir telah ditemukan. Dengan demikian, terdapat dua korban yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
“Siang tadi korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan. Total ada dua korban meninggal dunia,” kata EMRI Nurman, Jumat (28/8/2026).
Ia menambahkan, seluruh korban telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk proses pemakaman.
Insiden yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026) itu melibatkan tiga anak. Dari jumlah tersebut, satu korban bernama Nesa berhasil diselamatkan, sedangkan Fikri (10) dan Zahra (10) meninggal dunia setelah terseret arus sungai.
Dengan ditemukannya Zahra, operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan tim SAR gabungan di wilayah Sungai Limau resmi dihentikan pada Jumat sore.
Sebelumnya, tiga anak dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kamis sekitar pukul 14.00 WIB.
Ketiganya awalnya tengah bermain dan mandi di sungai. Namun, kondisi arus yang mendadak menjadi deras menyebabkan mereka terseret aliran air.
Warga yang berada di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan Nesa. Sementara Fikri dan Zahra tidak berhasil menyelamatkan diri dan terbawa arus.
Mendapat laporan kejadian tersebut, tim gabungan dari BPBD Padang Pariaman, Basarnas, TNI/Polri, serta masyarakat langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Batang Nareh.
Pada saat pencarian berlangsung, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang Pariaman, Romer Makrius, mengatakan petugas masih berupaya menemukan kedua korban yang belum diketahui keberadaannya.(des*)













