Berita  

Polisi Ungkap Jejak Digital Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand

Jumlah korban tewas akibat penembakan di Sekolah Debsirin Thailand.
Jumlah korban tewas akibat penembakan di Sekolah Debsirin Thailand.

JakartaKorban meninggal dunia dalam insiden penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi,  , yang terjadi pada Jumat (7/8/2026), kembali bertambah.

Seorang siswa kelas 7 dilaporkan meninggal pada Sabtu (8/8/2026) setelah sebelumnya mendapat perawatan medis. Dengan demikian, jumlah korban tewas dalam tragedi tersebut mencapai sembilan orang, termasuk pelaku.

Pihak sekolah menyebut korban terbaru bernama Naphat Chaima. Ia merupakan siswa Mathayom 1, jenjang pendidikan yang setara dengan kelas 7.

Selain Naphat, korban lainnya terdiri atas kakek dan nenek pelaku, dua orang guru, tiga staf sekolah, serta satu siswa kelas 7. Pelaku yang masih berusia 14 tahun juga termasuk dalam jumlah keseluruhan korban meninggal.

Kepolisian Nasional Thailand kini mengambil alih penyelidikan kasus tersebut. Dari pemeriksaan terhadap aktivitas digital pelaku, polisi menemukan bahwa remaja tersebut pernah mencari berbagai informasi terkait aksi penembakan di sekolah-sekolah di Amerika Serikat.

Penyidik juga menduga pelaku telah lebih dahulu menembak kakek dan neneknya di kediaman mereka di Provinsi Nonthaburi sebelum menuju sekolah pada Jumat pagi. Kedua jenazah ditemukan ketika petugas bersama tim forensik melakukan pemeriksaan di rumah tersebut.

Komandan Kepolisian Provinsi Wilayah 1, Wattana Yichin, menyatakan pintu depan rumah dalam kondisi terkunci dari luar. Kondisi itu menjadi salah satu petunjuk bagi penyidik bahwa remaja tersebut diduga meninggalkan rumah setelah melakukan penembakan terhadap kedua anggota keluarganya.

Hasil pemeriksaan awal pada komputer milik remaja itu juga menunjukkan aktivitas bermain gim yang mengandung unsur kekerasan. Selain itu, terdapat riwayat pencarian mengenai kasus-kasus penembakan di sekolah Amerika Serikat yang mulai tercatat sejak 30 Juli.

Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan bahwa gim atau aktivitas pencarian internet tersebut merupakan penyebab penembakan. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh sekaligus mencari berbagai faktor yang mungkin berperan dalam aksi tersebut.

Polisi turut mendalami kemungkinan adanya perundungan atau bullying yang dialami pelaku sebelum kejadian. Faktor lain yang berkaitan dengan kondisi dan kehidupan remaja tersebut juga masih diperiksa.

Paman pelaku mengatakan keponakannya telah tinggal bersama kakek dan neneknya sejak masih kecil. Menurut dia, remaja tersebut banyak menghabiskan waktu dengan bermain gim dan dikenal sebagai pribadi yang tertutup.

Meski demikian, sang paman mengaku tidak mengetahui adanya perselisihan dalam keluarga maupun tanda-tanda tekanan mental yang terlihat sebelum insiden penembakan terjadi.(des*)

Exit mobile version