Jakarta – Kementerian Perhubungan menyoroti pentingnya mengantisipasi kelelahan pengemudi guna menjaga keselamatan saat arus balik Lebaran 2026. Para operator transportasi diminta memastikan sopir memiliki waktu istirahat yang cukup serta menyiapkan pengemudi pengganti, khususnya untuk perjalanan jarak jauh.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa kelelahan menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan, terutama di tengah tingginya mobilitas saat arus balik. Oleh karena itu, pengemudi tidak boleh dipaksa terus bekerja tanpa jeda yang memadai.
Ia menegaskan bahwa operator wajib memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, mematuhi standar keselamatan, serta memperhatikan faktor cuaca di sepanjang rute perjalanan. Selain itu, aturan terkait jam kerja dan waktu istirahat pengemudi harus dijalankan dengan disiplin agar konsentrasi tetap terjaga.
Untuk perjalanan dengan durasi lebih dari delapan jam, operator diwajibkan menyediakan sopir cadangan. Pengemudi juga harus mengambil waktu istirahat setidaknya satu jam sebelum kembali melanjutkan perjalanan, demi menjaga kondisi fisik tetap optimal.
Pemerintah juga mengingatkan para pengemudi agar tidak memaksakan diri ketika merasa lelah dan memanfaatkan fasilitas rest area yang tersedia di sepanjang jalur. Hal ini dinilai penting untuk menjaga fokus serta kewaspadaan saat berkendara.
Di sisi lain, pengawasan terus diperketat melalui kegiatan ramp check dan inspeksi di berbagai moda transportasi. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh armada yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan dalam kondisi siap jalan.
Dengan penerapan aturan istirahat dan keberadaan pengemudi cadangan secara konsisten, diharapkan risiko kecelakaan selama arus balik dapat ditekan sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman.(BY)
