Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gelombang tsunami terpantau di sejumlah wilayah setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang kawasan Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 04.58 WIB. Setelah kejadian, BMKG mencatat adanya gelombang tsunami di Baubau, Sulawesi Tenggara, dan Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan laporan BMKG, gelombang tsunami di Baubau terdeteksi pada pukul 05.47 WIB dengan ketinggian sekitar 0,30 meter. Sementara di Bulukumba, gelombang setinggi 0,54 meter tercatat pada pukul 05.58 WIB.
Sebelumnya, tsunami juga terpantau di beberapa daerah lainnya. Di antaranya Labuan Bajo dengan ketinggian 0,36 meter, Sikka 0,19 meter, Dompu 0,17 meter, serta Bakalang, Alor, yang mencapai 0,14 meter.
Gelombang tsunami juga tercatat di Flores Timur dengan ketinggian 0,25 meter, Maurole-Ende sebesar 0,94 meter, serta Pelabuhan Kewapante, Sikka, sekitar 0,38 meter.
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah kawasan di NTT. Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut antara lain Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende bagian utara, Sikka bagian utara, Pulau Ende, Pulau Sikka, dan wilayah Flores.
Peringatan serupa juga mencakup sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti Bima di Pulau Sangiang, Bima di Pulau Gili, wilayah utara Kota Bima, serta Dompu.
Untuk Sulawesi Selatan, daerah yang masuk dalam daftar peringatan meliputi Jeneponto, Bantaeng, Kepulauan Selayar, Bone, Wajo, Luwu Timur, Luwu Utara, hingga Kota Palopo. Sementara di Sulawesi Tenggara, Kota Baubau menjadi wilayah yang mendapat peringatan dini tsunami.(des*)













