Berita  

Dua MAN di Solok Selatan Masuk Rencana Program Sekolah Gratis, Total 714 Siswa Terdampak

Pemkab Solsel Upayakan Sekolah Gratis Bagi Siswa MAN.
Pemkab Solsel Upayakan Sekolah Gratis Bagi Siswa MAN.

SolselPemerintah Kabupaten Solok Selatan berencana memperluas program pendidikan gratis dengan menyasar Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Kebijakan ini menjadi lanjutan dari program pembebasan biaya sekolah yang sebelumnya telah diterapkan untuk jenjang SMA dan SMK sejak 2026.

Gagasan tersebut disampaikan Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, dalam pertemuan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat di Padang. Pertemuan itu turut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa serta Kepala Kemenag Solok Selatan Fitriyoni.

Dalam keterangannya usai audiensi pada Rabu (10/6/2026), Khairunas menyebutkan bahwa pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Solok Selatan, termasuk rencana perluasan sekolah gratis agar akses pendidikan semakin terbuka bagi masyarakat.

Program ini merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh pelajar di Solok Selatan.

Baca Juga:  Kronologi Dua Anak Hilang dan Ditemukan Tewas di Area Proyek Sekolah Rakyat Takalar

Skema pembiayaan sekolah gratis untuk MAN tersebut direncanakan menggunakan pola kerja sama pembiayaan antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama, dengan komposisi 50:50 atau 60:40. Model serupa juga diterapkan dalam pembiayaan SMA dan SMK bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Namun demikian, Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan, Hamudis, menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut dan belum diputuskan secara final.

Menurutnya, pembahasan akan dilanjutkan ke tingkat Kementerian Agama serta DPR untuk membahas lebih detail terkait dukungan anggaran.

Saat ini, di Solok Selatan terdapat dua MAN, yakni MAN 1 yang berada di Kecamatan Sungai Pagu dan MAN 2 di Kecamatan Sangir. Total siswa di kedua sekolah tersebut mencapai 714 orang, dengan rincian 443 siswa di MAN 1 dan 271 siswa di MAN 2.

Baca Juga:  Respon Cepat Laporan Warga, Satpol PP Padang Amankan Sejumlah Orang di Koto Tangah

Adapun saat ini, kedua madrasah masih menerapkan iuran SPP, yakni sebesar Rp75 ribu di MAN 1 dan Rp65 ribu di MAN 2, serta masih ada pungutan biaya pembangunan yang berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu per tahun per siswa.(des*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *