Berita  

129 Siswa Diduga Terdampak, Empat Masih Dirawat

RSUP Dr. M. Djamil.
RSUP Dr. M. Djamil.

Pariaman – Empat siswa MTsN 1 Kota Pariaman masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga Kamis (17/9/2026), setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (14/9/2026).

Dari empat siswa tersebut, dua di antaranya harus mendapat penanganan lebih lanjut di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Keduanya dirujuk karena kondisi tekanan darah belum menunjukkan perbaikan selama menjalani perawatan sebelumnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, menjelaskan kedua siswa yang kini berada di RSUP Dr. M. Djamil sebelumnya mendapatkan perawatan di rumah sakit di Kota Pariaman.

“Dua orang yang dirujuk ke M Djamil merupakan dua orang yang dirawat di Sadikin. Saat di Sadikin dirawat satu orang dan satu di RS M Yamin,” kata Rudy saat dikonfirmasi Katasumbar, Kamis (17/9/2026).

Menurut Rudy, kedua siswa tersebut saat ini dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Dr. M. Djamil. Tim Dinas Kesehatan Kota Pariaman tetap memantau perkembangan kondisi mereka.

Baca Juga:  Kasus Keji di Cileunyi Terungkap, Pelaku Penyiksaan Pacar Kini Diamankan

Ia menyebutkan, keputusan merujuk pasien diambil setelah selama dua hari menjalani perawatan di RS Sadikin, tekanan darah kedua siswa tidak kunjung membaik dan justru menunjukkan kecenderungan menurun.

“Pengobatan terus diberikan secara intensif. Selama dua hari dirawat di Sadikin, tensi darahnya tidak mengalami perbaikan, melandai dan cenderung turun,” ujarnya.

Karena membutuhkan penanganan yang lebih intensif, kedua siswa kemudian dipindahkan ke RSUP Dr. M. Djamil untuk mendapat perawatan di ruang PICU.

Rudy mengungkapkan, jumlah siswa yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai 129 orang.

Dari jumlah tersebut, lima siswa sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Rinciannya, satu orang dirawat di RS M. Yamin dan empat lainnya menjalani perawatan di RS Sadikin.

“Dari empat di Sadikin itu satu orang pulang, dua orang dirujuk ke M Djamil,” jelasnya.

Dengan demikian, hingga Kamis (17/9/2026), masih terdapat empat siswa yang menjalani perawatan, masing-masing satu orang di RS Sadikin, satu orang di RS M. Yamin, serta dua orang di RSUP Dr. M. Djamil.

Baca Juga:  Menteri Agama Nazaruddin Umar Lantik Dirjen Pesantren Pertama dan Empat Rektor PTKN

Rudy mengatakan kondisi para siswa masih ditangani sebagai bagian dari dugaan kejadian keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG. Pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit penyerta yang dapat memengaruhi kondisi pasien.

“Khawatir mengapa dirujuk, takut nanti ada penyakit penyerta. Karena denyut nadinya lemah, tensinya rendah,” katanya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan dan bahan lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut hingga Kamis masih belum diterima Dinas Kesehatan Kota Pariaman.

Sebagai langkah pencegahan, operasional SPPG yang menyediakan makanan MBG tersebut untuk sementara masih dihentikan sampai hasil pemeriksaan dan arahan lebih lanjut diterima.

“SPPG masih dibanned sampai dengan ada petunjuk,” pungkas Rudy.(des*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *