Jakarta – Timnas Futsal Indonesia menorehkan pencapaian membanggakan di panggung Asia setelah memastikan tiket semifinal Piala Asia Futsal 2026. Kepastian itu hadir lewat laga penuh tensi di babak perempat final, ketika skuad Merah Putih berhasil menaklukkan Vietnam dalam duel ketat yang menguras energi, emosi, dan mental bertanding hingga detik terakhir.
Pertandingan kontra Vietnam berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan cepat dengan transisi agresif, membuat jalannya laga terbuka dan sarat peluang. Indonesia menunjukkan karakter kuat dengan keberanian menekan sejak lini depan, memaksa Vietnam lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Gol pembuka Indonesia lahir dari aksi Brian Ick yang memaksimalkan kelengahan lini belakang lawan. Momen tersebut langsung membakar semangat tim. Tekanan terus dilancarkan, namun Vietnam bukan tanpa perlawanan. Mereka mampu menyamakan kedudukan dan membuat pertandingan kembali berada di titik seimbang, memaksa Indonesia meningkatkan intensitas permainan.
Situasi menegangkan itu dijawab lewat ketenangan Ardianysah Nur. Pergerakannya tanpa bola dan penyelesaian akhir yang presisi membawa Indonesia kembali unggul. Gol tersebut tak hanya mengubah papan skor, tetapi juga momentum psikologis. Vietnam mulai tampil lebih terburu-buru, sementara Indonesia bermain lebih terstruktur dalam menjaga ritme.
Namun drama belum berakhir. Vietnam lagi-lagi mampu menyamakan angka, menjadikan skor 2-2 dan membuat laga seolah akan ditentukan oleh detail kecil. Di fase krusial inilah mental juara diuji. Indonesia tetap disiplin dalam skema bertahan dan cermat menunggu celah di pertahanan lawan.
Penentu kemenangan datang melalui Reza Gunawan. Dalam situasi serangan cepat, ia melepaskan penyelesaian yang tak mampu dibendung kiper Vietnam. Gol tersebut menjadi pembeda sekaligus penegas efektivitas Indonesia dalam memanfaatkan momen. Skor 3-2 bertahan hingga peluit akhir, memastikan langkah Merah Putih ke empat besar.
Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan pertandingan, tetapi juga simbol perkembangan futsal Indonesia di level Asia. Tim tampil dengan organisasi permainan rapi, rotasi pemain efektif, serta daya juang tinggi ketika berada di bawah tekanan. Kombinasi taktik dan mentalitas menjadi fondasi utama keberhasilan menyingkirkan Vietnam.
Tantangan berikutnya sudah menanti, dan levelnya meningkat tajam. Indonesia akan berhadapan dengan Jepang di semifinal, lawan yang memiliki reputasi kuat dalam futsal Asia. Jepang datang dengan modal sangat meyakinkan setelah membungkam Afghanistan 6-0 di perempat final, menunjukkan ketajaman serangan dan kedalaman skuad mereka.
Performa Jepang sepanjang turnamen juga impresif. Pada fase grup, mereka menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan atas Uzbekistan, Tajikistan, dan Australia. Konsistensi itu menandakan stabilitas taktik serta efisiensi dalam penyelesaian akhir, dua aspek yang harus diwaspadai serius oleh Indonesia.
Meski demikian, peluang Indonesia tetap terbuka. Bermain di Indonesia Arena, Jakarta, dukungan publik tuan rumah berpotensi menjadi faktor signifikan. Atmosfer kandang kerap memberi dorongan adrenalin tambahan, terutama dalam pertandingan berintensitas tinggi seperti semifinal yang akan digelar Kamis, 5 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.
Pada semifinal lainnya, duel tak kalah panas akan tersaji antara Iran dan Irak. Iran melaju setelah menang 7-4 atas Uzbekistan dalam laga produktif gol, sedangkan Irak menyingkirkan Thailand 4-2. Dengan komposisi semifinalis ini, Piala Asia Futsal 2026 memasuki fase elite, dan Indonesia kini tinggal selangkah lagi menuju partai puncak—sebuah peluang emas untuk menorehkan sejarah baru di futsal Asia.(*)













