Padang Pariaman – Dentuman prestasi Hapkido Padang Pariaman di Kejuaraan Daerah dan Pra Porprov Sumatera Barat 2026 terasa seperti tamparan keras bagi peta persaingan olahraga beladiri di Ranah Minang. Datang dengan target tiga medali, mereka justru pulang dengan lima keping prestasi.
Hasil itu bukan sekadar melampaui ekspektasi, tetapi menjadi penegasan bahwa Padang Pariaman tak lagi sekadar pelengkap dalam gelanggang pertarungan.
Beberapa hari sebelum bertolak ke arena, suasana di halaman Gedung DPRD Padang Pariaman, Kamis 5 Februari 2026, dipenuhi harapan yang bergetar.
Ketua KONI Padang Pariaman, Asmadi, melepaskan kontingen dengan pesan tajam. Bertarunglah dengan keberanian, junjung sportivitas, dan jangan pernah ragu membawa nama daerah. Kalimat itu tak sekadar seremoni, melainkan sumpah sunyi yang dibawa para atlet ke dalam arena laga.
GOR Agus Salim Padang, yang menjadi lokasi Kejurda 7–8 Februari 2026, berubah menjadi panggung pembuktian. Dalam setiap duel, atlet Hapkido Padang Pariaman bertarung seolah menolak pulang tanpa kehormatan.
Serangan demi serangan dilancarkan dengan presisi, sementara mental juang mereka mematahkan tekanan. Racikan strategi pelatih Doni Hariko dan Khairul Harun menjelma menjadi kekuatan yang sulit dibendung lawan.
Asmadi tak menutupi rasa bangga melihat anak-anak daerahnya bertarung dengan nyali yang tak bisa dibeli. Ia menegaskan, lima medali itu adalah bukti nyata bahwa pembinaan atlet tidak berjalan sia-sia.
Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi alarm keras bahwa Hapkido Padang Pariaman siap mengoyak dominasi cabang beladiri lain pada Porprov Sumbar 2026.
Wakil Ketua Pengcab Hapkido Padang Pariaman, Heri Sugianto, mengungkapkan keberhasilan ini lahir dari latihan keras, disiplin, serta pengorbanan panjang yang jarang terlihat publik.
Menurunkan tujuh atlet di tujuh kelas berbeda, mereka berangkat membawa satu tekad: pulang dengan harga diri yang utuh. Keyakinan yang dipupuk sejak awal akhirnya menjelma menjadi kemenangan yang membuat banyak pihak terhenyak.
Deretan atlet yang mengukir prestasi kini menjadi wajah kebangkitan Hapkido Padang Pariaman. Deni Saputra tampil garang merebut emas di kelas over 84 kilogram. Boy Busni Syawal Putra dan Latifa Azahra mengunci dua medali perak dari kelas under 84 kilogram dan under 54 kilogram.
Sementara Otna Disnela serta Randi Tri Yanda melengkapi kebanggaan lewat dua medali perunggu dari kelas under 51 kilogram dan under 54 kilogram.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan olahraga, melainkan simbol perlawanan terhadap keraguan yang selama ini membayangi.
Dari gelanggang Kejurda, Hapkido Padang Pariaman mengirim pesan tanpa kompromi. Mereka datang ke Porprov Sumbar 2026 bukan untuk meramaikan arena, tetapi untuk mengguncang sejarah dan memaksa lawan menundukkan kepala.(ncu).













