PORPROV Sumbar Ditunda, Kota Pariaman Siap Tempur Fasilitasi Tuan Rumah Tiga Cabor

Kota Pariaman – Isu miring soal absennya Kota Pariaman dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 akhirnya dipatahkan telak. Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menegaskan tetap ikut dan siap tempur di ajang Porprov. Satu syaratnya jelas dan terbuka. Pelaksanaan harus Oktober 2026, bukan Juni.

Bahkan tiga cabang olahraga siap difasilitasi Pemko Pariaman. Yakni lapangan Sepatu Roda, Tenis dan Badminton.

Penegasan itu disampaikan langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad dalam jumpa pers, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebut tudingan bahwa Pariaman tidak mendukung atlet sebagai narasi yang dipelintir. “Ini bukan soal menolak Porprov. Ini soal kesiapan anggaran yang tidak bisa dipaksakan,” tegasnya di hadapan awak media.

Menurut Yota, jika Porprov dipaksakan digelar Juni–Juli 2026, anggarannya memang belum tersedia dalam APBD murni. Kondisi itu bukan hanya dialami Pariaman, tetapi hampir seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Pergeseran anggaran pun belum bisa dilakukan karena belum adanya regulasi dari Kementerian Dalam Negeri terkait pergeseran anggaran tahun 2026.

Baca Juga:  Persib Bandung Tersandung di Kediri, Dewangga Kecewa Berat

Situasi tersebut kemudian berubah setelah Rapat Koordinasi Terbatas Kepala Daerah se-Sumatera Barat pada 28 Januari 2026.

Rakor yang ditandatangani bupati dan wali kota se-Sumbar bersama Wakil Gubernur itu menyepakati Porprov XVI digelar pada 2 Oktober 2026, dengan pembukaan dan penutupan dipusatkan di Kota Padang. Keputusan inilah yang membuka ruang bagi daerah, termasuk Kota Pariaman, untuk ikut secara resmi.

“Begitu jadwal disepakati Oktober, kita langsung menyatakan siap ikut. Ini soal mekanisme,” kata Yota Balad, didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi, Sekda Afrizal Azhar, dan Ketua KONI Pariaman Edison TRD. Ia menegaskan, atlet tidak boleh dijadikan korban isu politik dan kegaduhan media sosial.

Lebih jauh, Pemko Pariaman memastikan keikutsertaan Porprov dilakukan secara selektif dan realistis. Dari 48 cabang olahraga (Cabor) yang terdaftar di KONI, hanya cabor yang benar-benar siap dan memiliki atlet kompetitif yang akan diikutsertakan. Bahkan, Kota Pariaman mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk tiga cabor unggulan. Sepatu roda di Sirkuit Pantai Cermin, tenis di kawasan GOR Rajo Bujang, serta bulu tangkis.

Baca Juga:  Evolusi Pembalap di MotoGP, Dari Nekat ke Terukur

Wakil Wali Kota Mulyadi menegaskan, selama proses penganggaran berjalan sesuai aturan, Pariaman akan berada di barisan depan mendukung Porprov.

Sementara Ketua KONI Pariaman Edison TRD dengan nada tegas: “Olahraga tidak bisa hidup tanpa anggaran. Kita tidak kirim cabor papan nama. Yang berangkat adalah atlet yang siap bertarung dan membawa prestasi.”

Dengan penjelasan itu, Pemko Pariaman berharap polemik dihentikan. Porprov bukan arena saling tuding. Melainkan panggung pembuktian. Dan bagi Kota Pariaman, Oktober 2026 bukan alasan untuk mundur. Melainkan titik awal untuk bertarung.(co).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *