Berita  

Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada di Makodim 0308/Pariaman, Ramadhan Momentum Menguatkan TNI dan Rakyat

Kota Pariaman – Di tengah gema azan dan aroma Ramadhan yang menenangkan, sebuah pesan tegas justru lahir dari markas militer. Pada Rabu sore (25/2/2026), di Komando Distrik Militer 0308/Pariaman, Sumatera Barat pertemuan antara jajaran keluarga besar Makodim Pariaman dan Wali Kota Pariaman dengan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol bukan sekadar seremoni.

Ada isyarat kuat tentang arah sinergi, tentang stabilitas, dan tentang siapa yang berdiri menjaga kota ini ketika situasi tak selalu ramah.

Langkah Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada memasuki Makodim disambut langsung oleh Dandim 0308/Pariaman, Letkol Inf M.Nurman Setiaji, S.I.P dan Walikota Yota Balad. Suasana hangat memang tercipta, tetapi di balik senyum dan jabat tangan itu tersimpan pesan strategis.

Pemerintah daerah dan TNI tak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ramadhan menjadi momentum untuk menguatkan barisan, bukan sekadar memperbanyak agenda.

Safari Ramadhan 1447 H/2026 M kali ini terasa berbeda. Bukan hanya soal tausiyah dan silaturahmi, tetapi tentang mempertegas kemanunggalan di tengah dinamika sosial yang terus bergerak. Kota pesisir seperti Pariaman membutuhkan kepastian bahwa keamanan, ketertiban, dan pembangunan berjalan seiring tanpa celah konflik.

Di hadapan jajaran TNI dan tamu undangan, Arief Gajah Mada menegaskan Safari Ramadhan bukan agenda rutin yang kehilangan ruh.

Ia menyebutnya sebagai ruang mempererat kepedulian sosial dan memastikan TNI tetap menyatu dengan rakyat. Pesan itu tak mengawang. Ia turun langsung ke realitas masyarakat yang butuh rasa aman, bukan sekadar janji.

Wali Kota Yota Balad pun berbicara lugas. Ia menyampaikan apresiasi, namun lebih dari itu, ia berharap kunjungan Pangdam menjadi energi baru untuk memperkuat kerja sama konkret.

Pembangunan tak mungkin berdiri di atas fondasi rapuh. Stabilitas adalah harga mati jika Pariaman ingin terus tumbuh dan tak terseret arus ketidakpastian.

Kehadiran Ketua Persit KCK Daerah XX/TIB, Ny. Anggi Arief G. Mada, menambah nuansa empati dalam pertemuan itu. Ramadhan bukan hanya soal kekuatan struktural, tetapi juga sentuhan kemanusiaan.

Ketika keluarga besar TNI turun langsung, pesan kebersamaan terasa lebih membumi. Bahwa negara hadir tak hanya dengan seragam, tetapi juga dengan kepedulian.

Dari markas Kodim 0308/Padang Pariaman, Ramadhan tahun ini mengirimkan sinyal yang tak bisa diabaikan.

Di tengah doa-doa yang terangkat, ada tekad yang diperkuat. Menjaga Pariaman tetap kondusif, merawat persatuan, dan memastikan bahwa antara pemerintah dan TNI, tak ada jarak dalam mengawal masa depan kota.(ssc).

Exit mobile version