Agam – Kecamatan Palembayan memiliki wilayah yang cukup luas dengan peluang pengembangan sektor pariwisata yang besar apabila dikelola secara tepat. Salah satu titik yang dinilai potensial berada di Nagari Ampek Koto, Kabupaten Agam, yang terdiri dari tujuh jorong dengan karakteristik masing-masing.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Universitas Andalas (Unand) yang bertugas di nagari tersebut menemukan bahwa Jorong Bamban memiliki daya tarik tersendiri, terutama keberadaan kawasan hutan pinus yang menawarkan panorama alami dan nilai estetika tinggi bagi pengunjung.
Lokasi hutan pinus ini berada di sisi jalan utama menuju pusat Kecamatan Palembayan serta kantor Wali Nagari Ampek Koto. Letaknya yang mudah terlihat dan sering dilalui masyarakat menjadikannya berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata andalan.
Rencana konsep wisata terpadu
Beberapa gagasan pengembangan yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan potensi kawasan antara lain:
Wisata relaksasi, menghadirkan suasana hutan yang tenang sebagai tempat melepas penat, khususnya bagi masyarakat perkotaan.
Glamping atau perkemahan modern, menyediakan fasilitas menginap di alam terbuka dengan kenyamanan lebih.
Wahana outbound, memanfaatkan kontur lahan dan pepohonan pinus untuk aktivitas seperti zip line, jalur berjalan di atas pohon, hingga jembatan gantung.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Karena belum ada destinasi serupa di Palembayan, proyek ini berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan perekonomian warga.
Kendala akses dan keamanan satwa
Meski prospeknya menjanjikan, terdapat sejumlah tantangan yang membuat kawasan tersebut belum siap dioperasikan sebagai objek wisata. Permasalahan utama berkaitan dengan aksesibilitas, karena infrastruktur jalur masuk dan keluar masih terbatas. Selain itu, area tersebut masih termasuk hutan primer yang minim sentuhan pembangunan.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah keamanan satwa liar yang masih beraktivitas di kawasan tersebut, sehingga diperlukan kajian konservasi sebelum pengembangan dilakukan.
Secara keseluruhan, hutan pinus di Jorong Bamban merupakan potensi tersembunyi yang dapat menjadi penggerak ekonomi apabila direncanakan secara matang. Diperlukan kerja sama antara pemerintah nagari, masyarakat, dan pihak terkait di bidang konservasi agar pengembangan pariwisata berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan serta memberi manfaat berkelanjutan bagi warga Ampek Koto.(BY)













