Kejar Medali, Jangan Korbankan Atlet!

Padang Pariaman, Kiprah Online – Medali bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan. Di balik ambisi membawa pulang prestasi, ada tubuh atlet yang harus dipastikan benar-benar siap menghadapi kerasnya pertandingan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat mengambil langkah preventif dengan menggelar cek kesehatan gratis bagi kontingen atlet KONI Padang Pariaman di Sport Hall Parit Malintang, Sabtu (5/9/2026).

Langkah ini datang di tengah persiapan menghadapi berbagai agenda dan pertandingan olahraga. Atlet tidak hanya dituntut kuat menghadapi lawan, tetapi juga harus mampu menaklukkan batas fisiknya sendiri.

Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk mendeteksi lebih dini gangguan kesehatan. Sekaligus memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum bertanding.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengingatkan bahwa prestasi tidak lahir hanya dari teknik dan latihan keras. Fisik sehat, stamina kuat serta kesiapan mental merupakan modal yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga:  Dua Unggulan Tersandung, Spanyol dan Belgia Sama-sama Gagal Raih Kemenangan di Piala Dunia 2026

“Jangan sampai ketika bertanding justru terkendala persoalan kesehatan,” tegasnya.

Peringatan itu sekaligus menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak boleh berhenti pada urusan mengejar podium. Ada tanggung jawab lebih besar untuk memastikan atlet tetap sehat selama menjalani proses latihan dan kompetisi.

Pemeriksaan berkala juga dapat menjadi bahan evaluasi pelatih dalam menentukan program latihan sesuai kondisi fisik atlet.

John Kenedy Azis meminta para atlet tidak bermain-main dengan kesehatan. Asupan makanan harus diperhatikan, istirahat wajib cukup dan disiplin latihan harus tetap dijaga.

Sebab, kata dia, ketika mengenakan atribut dan turun ke arena, mereka tidak lagi hanya membawa nama pribadi. “Mereka membawa nama Padang Pariaman” tegasnya.

Para atlet menyambut positif pemeriksaan tersebut. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, mereka memiliki gambaran lebih jelas mengenai kesiapan tubuh menghadapi pertandingan dan latihan berintensitas tinggi.

Rasa percaya diri pun diharapkan tumbuh bukan karena merasa tak terkalahkan, melainkan karena mengetahui tubuh mereka telah dipersiapkan sebaik mungkin.

Baca Juga:  Vietnam U-17 Tampil Percaya Diri, Indonesia Bukan Fokus Utama di Media Negeri Tetangga

Pada akhirnya, pertarungan terbesar bukan semata soal siapa yang berdiri di podium tertinggi. Pemerintah daerah, KONI, pelatih dan tenaga kesehatan dituntut memastikan perjalanan menuju prestasi tidak mengorbankan kesehatan atlet.

Medali bisa menjadi simbol kemenangan, tetapi atlet yang sehat adalah modal untuk memenangkan pertandingan berikutnya, Dan, membangun prestasi yang jauh lebih panjang kedepannya.(sam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *