Polisi Imbau Waspada Longsor Susulan di Lembah Anai

Petugas membuka kembali Jalur Padang–Bukittinggi dari dua arah
Petugas membuka kembali Jalur Padang–Bukittinggi dari dua arah

Padang Pariaman – Jalur utama Padang–Bukittinggi kembali dapat dilalui dari dua arah pada Rabu (29/7) sekitar pukul 19.00 WIB setelah sempat tertutup akibat longsor di KM 61+800 Kelok Baneo, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Sebelumnya, akses tersebut ditutup hampir tiga jam sehingga menyebabkan kemacetan dan antrean kendaraan dari arah Padang maupun Bukittinggi.

Material longsor berupa tanah, bebatuan, serta batang pohon menutupi seluruh badan jalan di kawasan Kelok Baneo. Kondisi tersebut membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas hingga proses pembersihan selesai dilakukan.

Penanganan dilakukan oleh petugas PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsoran.

Selama proses berlangsung, aparat kepolisian mengamankan lokasi sekaligus mengatur arus lalu lintas agar situasi tetap kondusif.

Setelah seluruh material berhasil disingkirkan, kendaraan mulai diizinkan melintas secara bertahap hingga arus lalu lintas kembali normal pada malam hari.

Baca Juga:  Kentut hingga 20 Kali Sehari Masih Normal, Kapan Harus Waspada?

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan akses Padang–Bukittinggi kini sudah kembali dibuka untuk dua arah.

Meski lokasi longsor berada di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, pihaknya tetap mengerahkan personel guna membantu pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta mendukung proses evakuasi material.

Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, BPBD, HKI, dan instansi terkait membuat penanganan longsor dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Lembah Anai. Curah hujan yang masih tinggi membuat kondisi tanah di sepanjang jalur tersebut masih rawan mengalami longsor.

“Kami mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama ketika hujan deras. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan patuhi arahan petugas jika dilakukan pengaturan lalu lintas,” ujar Pifzen.

Ia juga menyebutkan bahwa longsor di KM 61+800 merupakan kejadian ketiga yang terjadi di kawasan Lembah Anai dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, longsor juga terjadi di KM 66 pada 24 Juni dan kembali terjadi pada 24 Juli. Seluruh peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun sempat menghambat arus kendaraan di jalur penghubung utama Padang dan Bukittinggi.

Baca Juga:  Waspada Aplikasi Ilegal, Tren Micro-Tasking Digital Tetap Menanjak di 2026

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, kepolisian terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), BPBD, serta instansi terkait lainnya. Kesiapan alat berat di sekitar kawasan Lembah Anai dinilai penting agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila longsor kembali terjadi.

Hingga Rabu malam, lalu lintas dari kedua arah telah kembali lancar. Meski demikian, petugas masih bersiaga di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi apabila hujan kembali turun dan memicu longsor susulan di kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik rawan bencana di Sumatera Barat.(des*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *